Yesus sebagai teladan bagi jemaat dan majelis, malahan lebih dari teladan

Geschreven door Jan Boersema op .

Kristus, teladan bagi jemaat dan majelis, malahan lebih daripada teladan.

Khotbah tentang 1 Petrus 2:25.
Bacaan: 1 Petrus 2:21-25, 1Petrus 5:1-7


Nama 'pastor' dikenal dari Gereja Katolik Roma. Gereja-gereja protestan biasa berkata-kata tentang penatua dan pendeta, dan majelis gereja. Kata 'majelis' kadang-kadang digunakan untuk menunjukkan seorang penatua. Bahkan dikatakan tentang mereka yang pernah penatua: dia mantan majelis. Rupanya julukan itu dianggap sangat berharga.
Memang harus ada majelis, dan tugas penatua sangat indah. Namun: kata 'pastor' adalah ungkapan yang paling cocok dalam gereja. Sebab berarti: gembala. Mendengar nama itu kita langsung teringat akan Gembala yang baik, yaitu Yesus Kristus.
Agak mengherankan bahwa Petrus dalam surat ini, mendadak, menyebut Tuhan Yesus sebagai gembala dan pemelihara jiwa. Mengapa demikian? Mengapa tidak Kurios, yaitu Tuhan, atau Sooter, yaitu Juruselamat, atau Kefale, yaitu kepala?
Dua alasan saya pahami. Satu yang terkait dengan kata-kata yang mendahului, dan satu dengan kata-kata yang menyusul.
1.Pokok surat ini adalah penderitaan. Hamba-hamba Kristen diperlakukan dengan keras, khususnya kalau tuan mereka bukan Kristen. Isteri-isteri suami-suami yang belum masuk Kristen dianiaya. Jemaat diolokkan masyarakat. Petrus menghibur jemaat itu dengan perkataan yang diambil dari nubuat Perjanjian Lama yang terkenal, yaitu Yes. 53 tentang Hamba Tuhan yang menderita. Fokusnya kepada: kita sebagai domba-domba yang sesat (ay. 6,7) dan kata-kata itu dikutip Petrus (ayat 25). Yesaya berkata juga: oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh (ay.5). Anggota-anggota jemaat tujuan surat ini kena juga bilur-bilur dan pukulan-pukulan. Dari majikan, dari suami, dari tentara, dari masyarakat. Mereka boleh mengingat akan Tuhan Yesus dan penderitaan-Nya.
Hendaklah jemaat dalam penganiayaan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi memberi contoh yang baik, mengikuti teladan Kristus.
Jadi, oleh karena Yes. 53 telah disebut, tidak aneh kalau pada pembaca dibanding dengan domba-bomda yang sesat, dan tidak aneh juga kalau Tuhan Yesus disebut gembala dan pemelihara jiwa.
2. Petrus sudah berencana untuk menulis kepada para gembala jemaat (lih. fasal 5) sebab jemaat berada dalam krisis. Sangat penting bahwa pimpinan diperkuat, dan penggembalaan diperketat. Petrus akan mempertanggungjawabkan para penatua. Dalam melaksanakan tugas yang berat itu para penatua harus mengikuti teladan Yesus Kristus, yang adalah gembala agung. Dan dalam pemberitaan mereka harus mengabarkan Yesus sebagai Pemelihara jiwa yang satu-satunya.

Kristus, teladan bagi jemaat dan majelis, malahan lebih daripada teladan.
1. Domba-domba yang sesat
2. Gembala yang mencari
3. Pemeliharaan yang terbaik.

1.'Kamu telah kembali': rupanya jemaat terdiri dari orang yang sudah mengenal Allah tetapi sekarang melupakan-nya. Mereka kehilangan jalan, sesat. Apakah jemaat terdiri dari orang Yahudi yang masuk kristen? Mereka mengenal Allah dari dahulu, tetapi tidak betul-betul. Sebab, agama telah menjadi tradisi bagi mereka. Mereka tinggal di Asia kecil, di sana ditemukan banyak orang Yahudi yang di perantauan, jauh dari Yudea dan Yerusalem. Mereka bahkan mempunyai rumah-rumah ibadah, sinagoge, di mana juga orang-orang pribumi, yang kafir, kadang-kadang masuk sebagai pendengar.
Mereka tidak berbeda dengan orang-orang sekarang yang berkata bahwa mereka telah mengenal Allah, tetapi kehilangan jalan juga. Atau: Kristen di atas kertas, kristen KTP.
Para gembala bertugas dengan khusus dalam jemaat. Tugas mereka berbeda dengan tugas pekabar-pekabar Injil di dunia. Tetapi kedua tugas itu terkait juga. Sebab jemaat adalah jemaat demi dunia, sebagai terang dunia dan garam dunia. Tetapi di dalam jemaat kadang-kadang anggota-anggota melupakan dan meninggalkan Tuhan, dan apabila para gembala melihatnya hendaklah mereka menasihati dan memanggil kembali.
Tentang Tuhan Yesus sendiri dikatakan, Yoh 1, bahwa Ia datang kepada milik kepunyaan-nya, tetapi orang kepunyaan-Nya tidak menerima-Nya. Yesus datang kepada kawanan domba Allah, Bapak-nya. Allah, yang disebut juga gembala-ku: mazmur 23. Sekarang gereja adalah kawanan domba Tuhan Yesus. Dan para penatua bertanggungjawab atasnya, dalam nama Tuhan Yesus.

2. Tuhan Yesus dinamakan: Pemelihara. Hampir saya menyebut salah satu jabatan lain dari gereja Katolik Roma, yaitu uskup. Kata itu dialirkan dari kata pemelihara, yang berarti: yang memperhatikan, yang mencari, yang melawati. Untuk mengerti ini harus kita mengingat kepada sebuah nubuat lain dari Perjanjian Lama: Yeh. 34. Tuhan Allah menyuruh Yehezkiel untuk menyatakan kemarahan Tuhan atas pemimpin-pemimpin Israel, baik raja-raja maupun pemimpin rohani. Mereka adalah gembala yang melalaikan tugas sehingga domba-domba terlantar. Lalu Allah berfirman: Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku. Dan terakhir Tuhan Allah melakukan itu dengan mengirim Anak-Nya Yesus Kristus, yang karena itu dapat disebut gembala dan pemelihara jiwa.
Hendaklah kita belajar dari tingkah-laku Tuhan Yesus, yang berkata kepada Zakheus: hari ini Aku harus menumpang dalam rumah-Mu. Dan belajar dari perumpamaan tentang orang Samaria yang murah hati, yang turun dari keledainya, menjengok kepada orang yang dirampas itu, membawanya ke penginapan dan memeriksa juga apakah orang itu ditolong dan sembuh.
Kerapatan majelis gereja penting, untuk sama-sama mewujudkan tanggungjawab, akan tetapi, apa yang dilakukan di luar kerapatan lebih penting lagi: mengunjungi, mendengar, menghibur, mendoakan, membantu secara praktis.

3.Pemeliharaan yang terbaik: domba-domba yang sakit kakinya digendong, yang lapar diberi makan, yang lemah dilindungi terhadap binatang buas. Kita juga seakan-akan digendong oleh Tuhan Yesus, sebab setiap saat Ia ada dan memperkuat dengan kuasa roh-Nya, setiap saat Ia melawan iblis dan melindungi kita dengan malaekat-malaekat-Nya.
Kata-kata dari fasal 2 muncul lagi dalam fasal 5: Pemelihara, dan: gembalakanlah jemaat yang ada padamu: seorang gembala adalah bagian dari jemaat sendiri, ia seringkali lahir di sana, dididik di sana, mengaku imannya, sekarang ia boleh memelihara yang lain, bukan karena mereka berada di bawah dia tetapi ia bersama dengan mereka dan sama-sama di bawah Kristus.
Pemeliharaan terbaik akan diberikan oleh seoranggembala yang menyadari bahwa ia sendiri juga anak domba Kristus.
Sangat ditekan dalam fasal 5 kerendahanhati. Dengan khusus disebut pemuda-pemudi, yang harus tunduk kepada orang tua. Mungkin mereka sengaja disebut karena pada waktu itu pemuda-pemudi sering membentuk persekutuan, untuk bergerak bersama. Dan itu sangat baik. Bisa terjadi di masyarakat, untuk membangun masyarakat, dan untunglah kalau terjadi juga di gereja. Asal saja persekutuan-persekutuan itu tidak menjadi tempat untuk terlalu kritis dan terlalu suka memprotes. Semangat dari pemuda-pemudi sangat diperlukan, antusiasmus mereka dan rencana mereka. Hendaklah semuanya itu dilaksanakan secara harmonis di tengah jemaat dengan mengakui juga majelis yang ada. Tetapi kerendahan hari itu tidak terbatas pada generasi muda: setiap anggota harus merendahkan diri terhadap yang lain. Dan khususnya, mereka bersama-sama di hadapan Tuhan. Dan di dalam itu boleh kita menyerahkan segala kekuatiraan kita kepada Dia, sebab Ia yang memelihara kita. Ia memelihara jiwa: apabila kita mati, kita terpelihara terus.
Ingat akan Tuhan Yesus sendiri yang pergi berdoa di atas gunung, untuk menyerahkan diri kepada Bapak. Bahkan dalam Getsameni, sebelum ia ditangkap, ia menyerahkan diri: kehendak-Mu jadilah.
Ia adalah teladan, tetapi juga lebih daripada teladan: Ia melakukan apa yang tidak mungkin kita lakukan: Ia membawa dosa semua orang yang percaya kepada salib, dan memikul beban-Nya. Ia menyelamatkan, sebagai Juruselamat yang satu-satuNya. Kita sembuh, hanya oleh darah Yesus.
Amin.